Tampilkan postingan dengan label kariangau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kariangau. Tampilkan semua postingan

15 September 2009

Panen Empang

Ada yang tau ikan apa ini?
Hmm...
Ikan Bandeng
Tau ikan bandeng nggak?
Ikan ini banyak durinya, tapi selalu dicari orang, dagingnya enak banget, top deh, maknyus klo kata Pak... (aduh lupa namanya)
Siapa yg bisa tebak ukuran ikan di samping ini?
Mungkin kalau hanya foto ini tidak akan terlihat seberapa besar ikan bandeng ini.
Coba kita lihat foto berikut:
Gimana?
Besar kan?
Ikan ini hasil dari empang Kai' (Kakek/Opa). Empang Kai' lumayan luas, dan yang paling penting empang Kai' beda dengan empang-empang orang Kariangau di sini.
Kenapa?
Karena pohon-pohon bakau dan rambai di empang Kai'
tidak ditebang, bahkan dibiarkan saja. Ikan jadi pada suka ke akar-akar pohon-pohon itu. Paling hijau lah empang Kai' itu. Spesialnya lagi, Kai' tidak pernah menaruh bibit-bibit ikan. Ikannya berasal dari luar empang dan masuk saat pintu air empang dibuka, serta tidak diberi pakan. Jadi ikan-ikan ini hidup alami di empang Kai.
Keren kan?
Bayangkan sendiri kandungan gizi dibandingkan dengan ikan-ikan yang diberi pakan yang aneh-aneh dan berbahan kimia yang nggak jelas itu?


Foto diambil Minggu,13 September 2009

14 September 2009

Kue Lebaran

Lebaran sebentar lagi...
Baju baru...
Sepatu baru...
Celana baru...
Pokoknya yang namanya Lebaran selalu identik dengan yang baru-baru. Semua serba baru. Jangan heran kalau minggu-minggu terakhir Ramadhan rumah sepi.
Kenapa?
Heheheee :-)
Ya, semuanya pada menyerbu mall, toko, dan lainnya. Tujuannya ya untuk shopping. Ada juga yang memang pergi untuk membeli bahan-bahan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak, kalau ini sih wajar ya...
Nah, salaha satu yang tak bisa dipisahkan dari Lebaran adalaaaahhh....
Tadaaaaa....
Kue Lebaran, yuuukk...
Liat deh di rumah-rumah, atau coba aja kalian jalan-jalan gitu ke rumah tetangga, nggak usah masuk cukup lewatin aja, apakah tercium wangi-wangian? Maksudnya wangi kue gitu...
Mulai yang buat sendiri, beli di toko, sampe ngundang tetangga untuk buat kue bareng (biasanya sih ada acara tambahan gosip gitu, upss). Rame lah pokoknya.


Nah, gambar kue di atas itu buatan Mama-ku lho, asli buatan sendiri, dijamin enak deh (promosi). Kalau ada yang mau dibuatkan juga boleh. Silahkan hubungi  aku.
Sebenarnya dibuatnya H-10.
Lha, kok cepet banget?
Iya, soalnya itu kue pesanan, Mama kan jadi jual kue juga. Meskipun nggak banyak yang pesan, tapi lumayan lah.
Meskipun nggak ikut bantu, takut kuenya hancur kalau aku pegang, aku boleh donk ikut foto bareng sama kuenya.
Hihihiiii :P

09 September 2009

KKN


KKN
Kuliah Kerja Nyata
Kegiatan KKN ini dimulai sekitar bulan Juli minggu ke-2. Terdiri dari 7 mahasiswa Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda dengan berbagai fakultas dan jurusan.
Inilah profil mereka versi penulis:
1. Noven
Mahasiswa FKIP Jurusan Pendidikan Ekonomi, alumni SMAN 2 Balikpapan (kakak kelasku dulu). Dia sebagai ketua di kelompok KKN ini. Asal Balikpapan.
Orangnya pendiam dan banyak senyum. Ternyata gokil juga kalau diajak becanda. Dia nggak bisa minum es nih, pernah buka puasa pake jus, eh, langsung sakit, amandelnya mungkin kambuh. Tapi, dia baik kok.






2. Yuli
Mahasiswa FKIP Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, alumni SMAN 2 Balikpapan.
Asal Balikpapan.
Banyak omong, itulah dia, hahaaa :-)
Dia jadi artis nih di Kariangau, banyak yang naksir, mulai dari satpam samping posko, staff di kantor lurah, orang galangan, dan kawan-kawan.
Mau dijadikan plakat malah sama teman-temannya yang lain, biar di Kariangau selamanya.
Akrab banget sama Tuti, kemana-mana pasti berdua.



3. Tuti
Mahasiswa FKIP Jurusan Pendidikan Matematika. Dia orang Butun. Tapi rumahnya di Samarinda.
Anak ini pengen banget ke Butun Island, soalnya itu kampung halaman yang belum pernah dikunjunginya.
Anaknya baik, dia sering ke rumah sama Yuli. Akrab juga sama Mamaku.






4. Radhy
Mahasiswa FISIPOL Jurusan Administrasi Negara. Asal dari Bulungan.
Berpostur tubuh gempal.
Begitu tertarik dengan dunia pancing, futsal, dunia maya pula. Sampai-sampai M2 punyaku mau dibelinya, akhirnya kami mencari keliling Balikpapan untuk mencari M2+modem.
Anaknya baik, mudah bergaul, sama satpam dan orang galangan aja hampir semua mengenalnya.




5. Kia
Mahasiswa KesMas (Kesehatan Masyarakat), aku lupa Fakultasnya apa. Lulusan dari SMAN 5 Balikpapan, tinggal di Ring Road. Asal dari Balikpapan.
Sering ke Puskesmas, bantu-bantu di sana. Ya iyalah...
Dia pacarnya Radhy, jadian pas KKN ini, heheee :P
Biasalah, anak muda.
Nah, ini juga mau naksir sama M2 aku.
Dia juga bertubuh gempal dibanding cewek yang lain, hahaa :-) (maaf ya Kia...)




6. Eka
Mahasiswa FeKon, dia lulusan SMKN 2 Balikpapan, tetangga SMA ku dulu. Asal dari Balikpapan juga. Kalau tidak salah rumahnya di Gn.4
Anaknya kalem, pendiam, suka nyanyi, suaranya lumayan bagus lho.
Apalagi ya?
Dia sering pulang ke rumahnya kalau libur KKN (emang ada libur?) ya maksudnya pas hari Sabtu/Minggu gitu.





7. Cipto
Mahasiswa Teknik ya dia ini. Tapi aku lupa tanya dia Teknik apa ya?
Cipto ini lulusan Pesantren, ngajinya bagus, dia pernah jadi bilal di Masjid Nurul Jihad Kariangau.
Meskipun posturnya kecil, tapi dia suka olahraga, jago futsal sama taktraw pula.
Meski lulusan Pesantren dia dijuluki Ustadz mesum oleh kawan-kawannya, kasihan. Tapi ya begitulah (tebak sendiri). Hahahaaa :-)

08 September 2009

Ngabuburit [with KKN]

Minggu, 6 September 2009

Sore itu aku dijemput Cipto ke rumah Iwan (Unta) untuk ngabuburit. Cukup lama juga nunggu dia datang. Jam 6 baru dia datang. Sempat buka di jalan kalau gini, hahaa :-)
Kami pun berangkat, tapi kami ke posko terlebih dahulu. Sampai di posko, eh, terdengarlah suling PERTAMINA yang menandakan waktu berbuka untuk wilayah Balikpapan.
Hmm...
Buka dengan air putih deh. Kia dan Radhy sudah ada di rumah Iwan. Jadi yang ada di posko saat itu Yuli, Tuti, Cipto, dan aku. Kami bergegas. Eh, ada telepon, kurang tau dari Radhy atau Kia, nyuruh bawa kue, padahal nggak ada kue, yang ada juga kerupuk di meja ruang tengah, ada-ada aja, tak lupa minta dibawakan pancingnya Radhy, wahh... rupanya Radhy mau manjung di belakang rumahnya Iwan yang langsung berhubungan dengan laut, lebih tepatnya di atas laut, heheee :P
Tak lupa dibawa serta udang yang sudah mau digoreng Mamaku sebagai umpan.

Sampailah kami di rumah Iwan, kami langsung menuju Dapur rumah Iwan yang terbuka dan langsung menghadap laut, indahnya. Ditemani suara debur ombak, seperti ada di Melawai-nya Balikpapan atau Tepian-nya Samarinda.
Aku mengambil takjil pisang ijo terlebih dahulu, setelah puas, aku mengambil nasi, sayur, ayam bakar, ikan bakar (ikan bandeng), dan sambal tentunya. Mantap.
Setelah makan, kami nongkrong di sana, aku mengambil gitar dan memetiknya (emang buah dipetik, hahaaa ;-D)
Kemudian gitar aku serahkan ke Iwan, dan kami dangdutan di sana, Radhy tentu saja menjadi penari (ya, mirip2 penari striptis gitu), wahahaaa :-) lucu deh pokoknya.
Pulang kembali sekitar jam 9, aku menuju rumah dan mereka ke RT.10 untuk nyari mesin rumput yang raib beberapa hari yang lalu.

07 September 2009

Perpisahan KKN di SDN 015 Kariangau

Senin, 7 September 2009

Pagi ini aku bangun jam 8. Bangun setelah mimpi sedang ada di jembatan bersama anak-anak KKN. Ku ambil laptop, berniat untuk online sebentar. Baru saja menyalakan laptop, N70-ku tersayang bergetar. Ada panggilan dari Bapak. Aku sudah menduga pasti dipanggil ke sekolahan buat Perpisahan KKN. Ternyata pas diangkat benar. Aku disuuh bawa camera digital ke SD. Segera aku sikat gigi dan cuci muka dengan Ponds-nya adikku, hahaaa :-)
Pagi ini pagi yang memilukan. Betapa tidak, hari ini adalah hari terakhir anak-anak KKN ada di Kariangau. Aku mulai memfoto sana-sini. Aku liat masih beberapa anak KKN yang belum datang. Pas aku datang ke sekolah, Noven pun baru datang, aku kira dia masih di rumahnya karena sakit, soalnya kemarin-kemarin dia nggak ada di posko KKN.
Acara perpisahan secara formal pun dimulai. MC : Cipto, dia memulai dan membacakan susunan acara. Dimulai dengan bacaan basmalah untuk membuka acara, sambutan dari Kepala SDN 015 (Pak Lalu Banjar), sambutan dari ketua kelompok KKN (Noven), beberapa patah kata dari siswa, pemberian kenang-kenangan, dan pembacaan do'a (Syahril).
Setelah itu aku foto-foto dengan anak-anak KKN.
Sedihnya, kenangan bersama kalian tidak akan ku lupakan.

04 September 2009

Balikpapan Hot

Siang ini panas sekali. Tadi pas mau sholat Jumat harus jalan kaki menuju Masjid Nurul Jihad Kariangau. Jarak hampir 1 km. Huh... Mana panas lagi, puasa pula. Serasa berkilo-kilo. Sampai di Masjid pun aku langsung mengambil tempat di bawah kipas angin, hahahaaa...
Pulangnya, ampun deh...
Balikpapan ini panas sekali. Kapan ya adem kayak Bandung?
Sekarang sedang terkapar di ruang tengah sambil nonton tv dengan keluarga...

(upload by mobile)

02 September 2009

Jambu

Jambu, siapa yang tidak kenal dengan buah ini. Jambu merupakan salah satu buah yang kaya akan air dan vitamin C. Berbagai jenis jambu tersebar di seluruh Indonesia.
Di sekitar rumahku ada berbagai jenis pohon jambu. Ayo kita lihat satu per satu.

1. Jambu Air
Jambu jenis ini banyak terdapat di daerah di Indonesia, termasuk Kariangau tentunya. Dari jambu air ini banyak lagi jenisnya. Ada yang warnanya merah, hijau, bahkan merah yang agak muda. Bentuknya pun beranekaragam. Di antara jambu lainnya, jambu jenis ini yang paling banyak airnya (sok tau), kenapa? Ya, namanya aja sudah jambu air, berarti airnya ada donk ya, hahahaaa :-) (nggak nyambung).

2. Jambu Biji/Jambu Klutuk
Jambu jenis ini biasanya sangat banyak di rumah-rumah warga. Mungkin karena paling banyak manfaatnya. Buah dan daunnya pun dapat mengatasi masalah -masalah pencernaan manusia. Nah, di antara jambu lain, jambu ini yang paling banyak bijinya. Bagian tengah jambu ini, isinya biji semua. Mungkin jambu ini yang dagingnya paling sedikit dan tipis, soalnya kumpulan biji di dalam bagian tengah sangat banyak dan menumpuk.

3. Jambu Bol
Jambu jenis ini... hmm... rada bingung mendeskripsikan jambu ini. Jambu ini seperti apel bentuknya. Agak bundar dan warnyanya pun kadang ada yang merah, kadang ada yang warnanya merah muda seperti apel. Biasanya dalam 1 pohon itu ada 2 jenis jambu yang akan tumbuh. Aneh memang, padahal 1 pohon. Jambu yang warnanya agak merah muda itu bentuknya besar, dan jambu yang warnanya merah itu lebih kecil ukurannya.


4. Jambu Putih/Jambu Agung
Jambu jenis ini jarang aku temui di daerah lain. Aku nggak tau apakah penyebaran vegetasi ini memang hanya di daerah tertentu (wow, kerennya bahasanya). Jambu jenis ini paling besar di antara jambu-jambu yang ku sebutkan di sini. Ukurannya bahkan bisa melebihi kepalan tangan orang dewasa. Mungkin karena itu beberapa orang menyebutnya jambu agung. Warnanya yang putih juga menyebabkan jambu ini dipanggil jambu putih. Rasanya masam tapi segar. Cocok sekali buat ibu-ibu yang biasanya ngidam yang masam-masam, atau untuk rujak.



5. Jambu Merah
Jambu jenis ini sangat mirip dengan jambu putih, kalau bisa disebut saudara kembar deh. Pas banget deh kalau kedua jambu ini digabung. Ukurannya memang lebih kecil jika dibandingkan dengan jambu putih/jambu agung. Warnanya sebenarnya tidak merah menyala, tetapi agak merah kehitaman, bahkan sebenarnya jambu tadi bisa dikatakan jambu merah karena warnanya lebih merah menyala dibandingkan jambu ini.

(bersambung... penulis sedang mengumpulkan foto jambu)

31 Agustus 2009

Foto Hantu

Sore itu aku dijemput oleh Noven (salah satu anak KKN) untuk buka bersama di Posko KKN Kariangau. Hari itu, Minggu, lebih tepatnya 30 Agustus 2009, bertepatan dengan hari ulang tahun Radhy (anak KKN). Oleh sebab itu di Posko banyak makanan dan aku diundang untuk buka puasa di sana.
Setelah buka puasa, kami santai sejenak kemudian menunggu waktu untuk Tarawehan. Pulang dari Taraweh, kami (aku, Noven, Tuti, Cipto) kaget karena ada api di lahan di depan kantor lurah Kariangau. Kebetulan Posko KKN di samping kantor kelurahan. Noven langsung menelpon Om Rusli yang merupakan orang kelurahan. Beberapa saat kemudian datanglah mobil yang biasanya mengisi air di tandon yang ada di kantor kelurahan. Air di dalam mobil itu pun dikeluarkan lewat selang dan diarahkan ke api yang sedang menyala. Api diduga telah ada sejak sore dan berawal di dekat rumah yang letaknya tak jauh dari SDN 015 Kariangau. Setelah beberapa lama akhirnya berhenti menyiram karena kehabisan bahan bakar untuk memompa air keluar dari tangki yang ada di mobil itu. Kami pun bergegas menuju Posko.
Akhirnya kami berhenti di depan Posko dan Om Rusli mengajak untuk bercerita. Kami pun asyik bercerita hingga larut malam. Yuli dan Radhy pun datang dan menambah jumlah orang yang nongkrong. Tak lupa Unta (Iwan) datang di saat-saat terakhir. Dimulai dengan kisah-kisah horor di Kariangau, aku sih tenang aja karena sudah sering dengar dan juga tidak memiliki rasa takut yang berlebihan terhadap tempat-tempat angker. Setelah cerita horor, lanjut ke cerita pengalaman muda Om Rusli. Hahaa :-)
Seru sekali. Pengalaman hidup juga ada yang nyerempet-nyerempet ke horor.
Nah, saat-saat terakhir cerita di depan Posko itu, Tuti dan Yuli bahas masalah lampu yang ada di galangan. Sehari sebelumnya kami (aku, Yuli, Tuti) foto-foto di samping kantor lurah, Noven yang mengambil fotonya. Itu kami lakukan saat jam 11 malam, sambil menunggu Cipto nyuci baju dan sekaligus mandi. 
Di salah satu foto kami ada sekilas bayangan merah seperti lampu, tepatnya di sampingku. Awalnya kami menduga itu adalah biasan dari lampu yang ada di Galangan samping Posko. Tapi di foto yang lain bayangan itu tidak ada. Wah... makin seru, terlebih setelah melihat jam di foto menunjukkan pukul 11 lebih. Dan cerita-cerita miring di kantor kelurahan itu.
Usai membahas foto itu, kami tidur. Seperti biasa, aku nginap di Posko.
Dan... kejadian mengejutkan terjadi.
Kami semua yang tidur di Posko.
Hmm...
Telat bangun. Kami bangun jam 4 lewat. Kami pun bergegas untuk makan sahur dengan terlebih dahulu menyiapkan makanan dan minuman.
Hahahaaa :-)
Seru juga...

Jualan

Foto di samping adalah foto yang diambil di warung di rumah dekat SD. Foto diambil saat liburan semester 5 kemarin. Warung tersebut adalah milik Mamaku. Warung itu terletak di rumah yang dulunya merupakan rumah dinas yang ditempati oleh keluargaku.
Warung ini menjadi penghasilan tambahan bagi keluargaku. Keuntungannya biasa digunakan Mama untuk sangu/jajan saat aku sekolah dulu (SD-SMP-SMA), dan adik-adikku tentunya.
Apa saja yang dijual?
Tidak banyak yang dijual oleh Mamaku. Untuk makanan yang agak berat Mama menjual mihun atau nasi goreng/nasi kuning. Juga ote-ote (bakwan/bala-bala), es genipo (es lilin/es unyil), bombon (permen), coklat, makanan ringan lainnya, dan berbagai macam es sachet-an.

30 Agustus 2009

Sahur Pertama

Assalamu'alaikum wr.wb.


Ada pengalaman yang cukup menarik nih saat sahur pertama. 
Baiklah kita langsung ke TKP... (gaya dalang Opera van Java)
Malam itu malam pertama shalat Tarawih. Saya pergi ke Masjid Nurul Jihad Karingau, masjid dekat rumah. Bersama dengan Bapak, Dewi (adik), dan Uni (adik). Kami pun berangkat menuju masjid. Ramai sekali masjid saat itu, anak-anak berlarian sambil tertawa, kejar-kejaran dengan kawannya, bapak-bapak nongkrong di salah satu warung di dekat masjid, ibu-ibu pun tak kalah serunya.
Saya memilih untuk duduk di depan masjid sambil online buka facebook sebentar. Tak lama datang Radhy, Noven, dan Cipto. Mereka adalah anak-anak KKN UNMUL dapat tempat di Kariangau. Kami pun bercerita sebentar sambil menunggu adzan shalat Isya'. 
Setelah beduk ditabuh dan adzan berkumandang kami masuk ke masjid. Kami melakukan shalat Isya' dan Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat.
Selesai shalat saya diajak untuk pergi ke Posko KKN, ini pertama kalinya saya tidur bersama mereka di Posko KKN. Posko KKN ini terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, dan ruang tengah. Anak-anak KKN yang lain yaitu Yuli, Tuti, Kia, dan Eka. 
Kami bercerita di ruang tengah, mereka cukup kompak dan gokil. Sakit perut saya karena tertawa terus. 
Kami bangun jam 3, dan bersiap-siap untuk sahur. Meskipun tidak sahur dengan keluarga tapi dengan anak-anak KKN, tidak apa. Mereka juga keluarga.

29 Agustus 2009

Kuncir Keripik Singkong

Keripik singkong?
Mungkin hal yang tidak asing bagi teman-teman. Tapi... ada yang beda dengan keripik singkong buatan Mamaku.
Apa yo?
Oia, sebenarnya yang benar itu keripik apa kerupuk ya? Bedanya apa? Nggak penting bahas itu. Tapi kok rasanya aku juga bingung. Hahaa :-) Pokoknya itulah.
Pengen tau apa bedanya dengan keripik/kerupuk singkong yang lain?
Ini dia...
Keripik ini emang terbuat dari singkong seperti halnya keripik singkong yang dijual di mana-mana itu. Tapi, ada yang beda. Perbedaannya disini itu adalah dari bentuknya.
Keripik yang dibuat Mamaku ini berbentuk seperti kunciran pita, istilahnya apa ya?
Ya seperti itu, tau rambut yang dikuncir kan? Nah, bentuknya akan seperti itu. Cuma ya tidak sepanjang rambut. Keripik ini hanya sekitar 10 cm saja.
Soal warna, keripik ini juga punya warna yang macam-macam. Ada hijau, merah, kuning. Pokoknya warna kesumba itu deh.
Oia, tau kesumba kan?
Itu loh pewarna bat makanan. Aku nggak tau sebenarnya pewarna ini aman nggak ya? Tapi banyak dijual dan tulisannya emang pewarna makanan.
Nah, itulah keripik istimewa buatan Mamaku.
Ada yang mau?
Datang aja ke rumah...
Oia, kalau ada yang mau beli juga ntar dibuatkan, 1 bungkus Rp.2000,-
Proses pembuatannya masih rahasia. Kalau mau tau ntar datang ke rumah aja deh...
Hahahaaa :-)

Judi?

Wow...
Ada apa dengan wajah-wajah pada foto di samping ini?
Hahahaa :-)
OK!
Sebelum memulai cerita mengenai foto di samping saya akan mengenalkan siapa saja tersangka dalam foto di samping ini.
Tersangka pertama, Radhy (nama asli Radiansyah, kalau tidak salah), mahasiswa akhir tingkat 3 FISIPOL UNMUL (mau ke tingkat 4) yang sedang menjalani KKN di Kariangau. Memakai baju, celana pendek, dan songkok (peci/kopiah) berwarna hitam. Tangan kanan mengacung ke atas.
Tersangka kedua berada di sebelah kanan Radhy. Jumari. Anak Kariangau yang tinggal di RT.01. Wajahnya ditutup oleh kardus. Tidak jelas apa maksud dari menutup mukanya itu.
Tersangka ketiga, Iwan a.k.a Unta. Anak Kariangau yang juga tinggal di RT.01. Dia kerja di Galangan bersama dengan Jumari. Memakai jaket dan songkok putih.
Dan terakhir, penulis, hahaaa :-) memakai baju biru dan celana panjang hitam.

Inilah hasil wawancara dengan para pelaku:
*Apa yang kalian lakukan?
#Kami bermain dom (domino)

*Kenapa wajah kalian seperti itu?
#Yah, itu karena kalau kalah akan dicoret, dan hasilnya seperti itu

*Apa yang kalian pakai untuk mencoret?
#Hahahaaa ;-) itu pakai bedak Herocin, bedak yang kalau dipake dingin dan agak panas, ditaruh di mangkuk kecil kemudian diberi air dan diaduk.

*Siapa yang banyak coretan?
#Jumari lahh... Hahahaaa :-D (tertawa bersama)

*Oh...mungkin karena itu dia menutup wajahnya?
#Mungkin

*Di mana kalian bermain dom?
#Di Posko KKN Kariangau, samping kantor kelurahan

*Berapa lama kalian bermain?
#Kalau tidak salah sampai jam 1

*Siapa yg menang?
#Menang apanya? Toh semua kena coretan. Hahahaa :-)


Hahaahaa ;-)
Itulah wawancara singkat kami dengan para pelaku.
Nantikan di permainan dom kami selanjutnya yang lebih menantang.

20 Agustus 2009

Kado Minyak

Hmm... Delicious...
Apa itu?
Ada yag tau?
Itu adalah ketan dan opor ayam.
Lebih terkenal dengan nama "kado minyak", ya itulah sebutan untuk makanan itu.
Apa sih kado minyak itu?
Kenapa namanya kado minyak?
Kado minyak ini biasa disajikan atau dihidangkan saat ada yang selamatan (syukuran) ataupun hajatan-hajatan yang lain. Biasanya ada semacam makanan yang dibagikan setelah hajatan, nah itulah kado minyak. Mungkin beda di tiap-tiap daerah. Kado minyak ini bahan utamanya ketan yang setelah disajikan berwarna kuning karena pengaruh kunyit (bukan pewarna lho ya), biasanya akan ada taburan cengkeh, bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempah lainnya (wah, kayak resep masakan aja nihh...).
Mau coba?
Datang aja ke rumahku di Kariangau. Hahahaa :-)
Nah, kok namanya kado minyak?
Sebenarnya nggak tau sih alasan kenapa orang-orang menyebutnya kado minyak. Dari kecil juga sudah mengenal makanan itu dengan nama kado minyak. Mungkin karena ketannya berminyak dan dibagikan seperti kado, jadi aja namanya kado minyak (hahahaaa :D ngasal). Ya seperti itu kado minyak. Oia, biasanya orang Bugis nih yang membagikannya. Kadang setelah "bersanji".
Nah lho? Apalagi bersanji itu?
Bersanji itu seperti mengaji bersama, tapi yang dibaca bukan Al Qur'an, tapi semacam kitab yang isinya huruf-huruf Arab, aku pernah baca ada beberapa ayat Al Qur'an juga dan do'a-do'a yang aku tidak paham artinya.
Ntar aku tanya deh, mungkin juga bisa menjadi bahan kajian.
Ada foto keren tuhh...
Hahahaa :D
Itu selesai makan terus ada kucingku yang mirip peranakan kucing Persia datang, namanya Pusi. Aku kasih tanganku aja yang bau ketan dan opor ayam. Pasti ngiler tuh dia. Pengen juga, tapi sayang ketannya habis, yang tersisa cuma tulang ayam aja.
Suka juga kan Pusi?
Makan nihh.
Tulangnya aja ya.
Meong, jawabnya...