Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

15 September 2009

Panen Empang

Ada yang tau ikan apa ini?
Hmm...
Ikan Bandeng
Tau ikan bandeng nggak?
Ikan ini banyak durinya, tapi selalu dicari orang, dagingnya enak banget, top deh, maknyus klo kata Pak... (aduh lupa namanya)
Siapa yg bisa tebak ukuran ikan di samping ini?
Mungkin kalau hanya foto ini tidak akan terlihat seberapa besar ikan bandeng ini.
Coba kita lihat foto berikut:
Gimana?
Besar kan?
Ikan ini hasil dari empang Kai' (Kakek/Opa). Empang Kai' lumayan luas, dan yang paling penting empang Kai' beda dengan empang-empang orang Kariangau di sini.
Kenapa?
Karena pohon-pohon bakau dan rambai di empang Kai'
tidak ditebang, bahkan dibiarkan saja. Ikan jadi pada suka ke akar-akar pohon-pohon itu. Paling hijau lah empang Kai' itu. Spesialnya lagi, Kai' tidak pernah menaruh bibit-bibit ikan. Ikannya berasal dari luar empang dan masuk saat pintu air empang dibuka, serta tidak diberi pakan. Jadi ikan-ikan ini hidup alami di empang Kai.
Keren kan?
Bayangkan sendiri kandungan gizi dibandingkan dengan ikan-ikan yang diberi pakan yang aneh-aneh dan berbahan kimia yang nggak jelas itu?


Foto diambil Minggu,13 September 2009

14 September 2009

Kue Lebaran

Lebaran sebentar lagi...
Baju baru...
Sepatu baru...
Celana baru...
Pokoknya yang namanya Lebaran selalu identik dengan yang baru-baru. Semua serba baru. Jangan heran kalau minggu-minggu terakhir Ramadhan rumah sepi.
Kenapa?
Heheheee :-)
Ya, semuanya pada menyerbu mall, toko, dan lainnya. Tujuannya ya untuk shopping. Ada juga yang memang pergi untuk membeli bahan-bahan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak, kalau ini sih wajar ya...
Nah, salaha satu yang tak bisa dipisahkan dari Lebaran adalaaaahhh....
Tadaaaaa....
Kue Lebaran, yuuukk...
Liat deh di rumah-rumah, atau coba aja kalian jalan-jalan gitu ke rumah tetangga, nggak usah masuk cukup lewatin aja, apakah tercium wangi-wangian? Maksudnya wangi kue gitu...
Mulai yang buat sendiri, beli di toko, sampe ngundang tetangga untuk buat kue bareng (biasanya sih ada acara tambahan gosip gitu, upss). Rame lah pokoknya.


Nah, gambar kue di atas itu buatan Mama-ku lho, asli buatan sendiri, dijamin enak deh (promosi). Kalau ada yang mau dibuatkan juga boleh. Silahkan hubungi  aku.
Sebenarnya dibuatnya H-10.
Lha, kok cepet banget?
Iya, soalnya itu kue pesanan, Mama kan jadi jual kue juga. Meskipun nggak banyak yang pesan, tapi lumayan lah.
Meskipun nggak ikut bantu, takut kuenya hancur kalau aku pegang, aku boleh donk ikut foto bareng sama kuenya.
Hihihiiii :P

02 September 2009

Jambu

Jambu, siapa yang tidak kenal dengan buah ini. Jambu merupakan salah satu buah yang kaya akan air dan vitamin C. Berbagai jenis jambu tersebar di seluruh Indonesia.
Di sekitar rumahku ada berbagai jenis pohon jambu. Ayo kita lihat satu per satu.

1. Jambu Air
Jambu jenis ini banyak terdapat di daerah di Indonesia, termasuk Kariangau tentunya. Dari jambu air ini banyak lagi jenisnya. Ada yang warnanya merah, hijau, bahkan merah yang agak muda. Bentuknya pun beranekaragam. Di antara jambu lainnya, jambu jenis ini yang paling banyak airnya (sok tau), kenapa? Ya, namanya aja sudah jambu air, berarti airnya ada donk ya, hahahaaa :-) (nggak nyambung).

2. Jambu Biji/Jambu Klutuk
Jambu jenis ini biasanya sangat banyak di rumah-rumah warga. Mungkin karena paling banyak manfaatnya. Buah dan daunnya pun dapat mengatasi masalah -masalah pencernaan manusia. Nah, di antara jambu lain, jambu ini yang paling banyak bijinya. Bagian tengah jambu ini, isinya biji semua. Mungkin jambu ini yang dagingnya paling sedikit dan tipis, soalnya kumpulan biji di dalam bagian tengah sangat banyak dan menumpuk.

3. Jambu Bol
Jambu jenis ini... hmm... rada bingung mendeskripsikan jambu ini. Jambu ini seperti apel bentuknya. Agak bundar dan warnyanya pun kadang ada yang merah, kadang ada yang warnanya merah muda seperti apel. Biasanya dalam 1 pohon itu ada 2 jenis jambu yang akan tumbuh. Aneh memang, padahal 1 pohon. Jambu yang warnanya agak merah muda itu bentuknya besar, dan jambu yang warnanya merah itu lebih kecil ukurannya.


4. Jambu Putih/Jambu Agung
Jambu jenis ini jarang aku temui di daerah lain. Aku nggak tau apakah penyebaran vegetasi ini memang hanya di daerah tertentu (wow, kerennya bahasanya). Jambu jenis ini paling besar di antara jambu-jambu yang ku sebutkan di sini. Ukurannya bahkan bisa melebihi kepalan tangan orang dewasa. Mungkin karena itu beberapa orang menyebutnya jambu agung. Warnanya yang putih juga menyebabkan jambu ini dipanggil jambu putih. Rasanya masam tapi segar. Cocok sekali buat ibu-ibu yang biasanya ngidam yang masam-masam, atau untuk rujak.



5. Jambu Merah
Jambu jenis ini sangat mirip dengan jambu putih, kalau bisa disebut saudara kembar deh. Pas banget deh kalau kedua jambu ini digabung. Ukurannya memang lebih kecil jika dibandingkan dengan jambu putih/jambu agung. Warnanya sebenarnya tidak merah menyala, tetapi agak merah kehitaman, bahkan sebenarnya jambu tadi bisa dikatakan jambu merah karena warnanya lebih merah menyala dibandingkan jambu ini.

(bersambung... penulis sedang mengumpulkan foto jambu)

31 Agustus 2009

Experimen Rambut

Apa yang terjadi dengan rambut di samping?
Apakah terlihat dengan jelas perbedaan dengan rambut manusia yang lainnya?
Hahahaaa :-)
Inilah yang terjadi akibat dari keisengan Uni, adikku cewek yang bungsu.
Waktu itu sedang nonton acara di salah satu stasiun TV swasta (ceile pilihan katanya? basi...). Rambutku masih gondrong-gondrong nggak jelas, keriting enggak, lurus enggak, ikal tapi ada kriwil-kriwilnya. Bahkan sempat dijuluki Kipli Nidji (Plesetan dari Giring Nidji).
Awalnya Uni hanya menyisir rambutku. Karena rambutku tebal dan kriwil-kriwil nggak jelas, tentu susah baginya untuk menyisir dari bagian pangkal ke ujung rambut. Sempat kesakitan juga karena agak ditarik paksa oleh Uni. Kemudian dia mengambil karet gelang yang tipis dan berwarna-warni. Biasanya anak kecil suka memakai karet gelang ini untuk menghiasi rambutnya. Dia memasangnya dirambutku. Diikat menjadi 3 bagian, kiri, kanan, dan belakang.
Inilah hasilnya:

Upik si Kucing Gendut

Upik, itulah nama salah satu kucingku. Dia berbadan paling gendut dan besar di antara kucingku yang lainnya. Dia memiliki saudara 1 angkatan.
Kenapa namanya Upik?
Apakah ada hubungannya dengan Upik  Abu?
Hahahaaa :-D
Dia diberi nama itu karena suka-suka aja. (nggak nyambung) awalnya sih karena dia terlihat lemah di antara kucing lainnya, makanya dikasih nama Upik.
Upik ini paling malas di antara kucing yang lain. Kerjaannya makan-tidur aja. Tikus pun tidak pernah aku liat ditangkapnya. Pantes aja kalau dia gendut. Gerak aja kurang. Terus, dia ini paling penakut. Pernah ada kucing tetangga (kucing nenekku) datang, dia malah lari.
Ah, dasar penakut...
Liat aja tuh fotonya. Tidur aja Upik sepanjang siang. Kayak orang puasa aja.

Jualan

Foto di samping adalah foto yang diambil di warung di rumah dekat SD. Foto diambil saat liburan semester 5 kemarin. Warung tersebut adalah milik Mamaku. Warung itu terletak di rumah yang dulunya merupakan rumah dinas yang ditempati oleh keluargaku.
Warung ini menjadi penghasilan tambahan bagi keluargaku. Keuntungannya biasa digunakan Mama untuk sangu/jajan saat aku sekolah dulu (SD-SMP-SMA), dan adik-adikku tentunya.
Apa saja yang dijual?
Tidak banyak yang dijual oleh Mamaku. Untuk makanan yang agak berat Mama menjual mihun atau nasi goreng/nasi kuning. Juga ote-ote (bakwan/bala-bala), es genipo (es lilin/es unyil), bombon (permen), coklat, makanan ringan lainnya, dan berbagai macam es sachet-an.

29 Agustus 2009

Kuncir Keripik Singkong

Keripik singkong?
Mungkin hal yang tidak asing bagi teman-teman. Tapi... ada yang beda dengan keripik singkong buatan Mamaku.
Apa yo?
Oia, sebenarnya yang benar itu keripik apa kerupuk ya? Bedanya apa? Nggak penting bahas itu. Tapi kok rasanya aku juga bingung. Hahaa :-) Pokoknya itulah.
Pengen tau apa bedanya dengan keripik/kerupuk singkong yang lain?
Ini dia...
Keripik ini emang terbuat dari singkong seperti halnya keripik singkong yang dijual di mana-mana itu. Tapi, ada yang beda. Perbedaannya disini itu adalah dari bentuknya.
Keripik yang dibuat Mamaku ini berbentuk seperti kunciran pita, istilahnya apa ya?
Ya seperti itu, tau rambut yang dikuncir kan? Nah, bentuknya akan seperti itu. Cuma ya tidak sepanjang rambut. Keripik ini hanya sekitar 10 cm saja.
Soal warna, keripik ini juga punya warna yang macam-macam. Ada hijau, merah, kuning. Pokoknya warna kesumba itu deh.
Oia, tau kesumba kan?
Itu loh pewarna bat makanan. Aku nggak tau sebenarnya pewarna ini aman nggak ya? Tapi banyak dijual dan tulisannya emang pewarna makanan.
Nah, itulah keripik istimewa buatan Mamaku.
Ada yang mau?
Datang aja ke rumah...
Oia, kalau ada yang mau beli juga ntar dibuatkan, 1 bungkus Rp.2000,-
Proses pembuatannya masih rahasia. Kalau mau tau ntar datang ke rumah aja deh...
Hahahaaa :-)